in

Cara Budidaya Ikan Lele Yang Baik Bagi Pemula

Cara Budidaya Ikan Lele
Via pixnio.com

Budidaya ikan lele merupakan salah satu peluang usaha yang menjanjikan. Maklum saja, ikan lele masuk dalam salah satu jenis ikan yang paling disukai. Buktinya, menu ikan lele sering disajikan di sejumlah kafe dan rumah makan. Bahkan tak sedikit pedagang kaki lima yang menjajakan pecel lele sebagai hidangan utama.

Selain rasanya yang lezat, ikan lele pun mudah diolah. Harganya pun terjangkau. Tak hanya itu saja, ikan lele pun mengandung gizi yang bermanfaat untuk kesehatan tubuh.

Pasalnya, di dalam ikan lele terkandung sumber protein lengkap, rendah merkuri, kaya akan vitamin B12, rendah kalori, dan mengandung asam lemak sehat, seperti omega 3 dan omega 6.

Begini Cara Sukses Budidaya Ikan Lele

Tak heran jika sebagian orang mulai melirik usaha ternak lele sebagai salah satu cara menghasilkan uang. Bahkan bisa dibilang pendapatan dalam sekali panen sangat menggiurkan. Hanya dengan modal kecil, Anda akan mendapatkan keuntungan berlipat.

Lantas, bagaimana cara budidaya ikan lele agar omzet melimpah? Berikut uraiannya.

1. Siapkan Lahan

Via extension.msstate.edu

Kebanyakan orang yang hendak menjalankan usaha ternak lele sering kali mengeluhkan masalah lahan. Namun, Anda tak perlu khawatir sebab ada teknologi bioflok yang memungkinkan budidaya lele dengan menggunakan lahan terbatas. Bahkan lahan sempit dapat menampung banyak benih ikan lele.

2. Kolam Terpal

Teknologi bioflok erat kaitannya dengan kolam terpal. Kolam ini jauh lebih unggul daripada kolam semen maupun kolam tanah. Kolam terpal lebih hemat tempat, murah, dan mudah diatur. Ikan lele pun lebih bersih, lezat, dan tidak bau tanah.

Ada dua jenis kolam terpal yang biasa digunakan, yakni kolam terpal kotak dan kolam terpal bulat. Masing-masing memiliki kelebihan. Namun, keduanya sama-sama dapat menampung banyak benih ikan, yakni 1000 ekor ikan lele untuk kolam terpal berdiameter 1 meter .

3. Kualitas Air

Salah satu keunggulan budidaya ikan lele adalah mudahnya dalam menjaga kualitas air. Mengapa? Karena ikan lele dapat hidup dalam keadaan kolam kotor sekalipun. Meski begitu, kualitas air tetap perlu diperhatikan. Jika terlalu kotor, Anda harus menggantinya.

Buruknya kualitas air dapat menyebabkan proses pemijahan tidak optimal, pertumbuhan

Ikan lele pun terhambat. Bahkan hal ini dapat meningkatkan angka kematian benih ikan lele. Selain kualitas air, Anda pun wajib memastikan pH air dalam kisaran netral, yakni antara 7 hingga 8.

Warna air yang paling bagus untuk ikan lele adalah hijau. Warna hijau menandakan bahwa ikan lele sedang dalam tahap perkembangan. Sementara warna merah menandakan bahwa ikan lele dapat segera dipanen.

4. Ketinggian Air

Tahukah Anda bahwa ketinggian air pun memengaruhi hasil panen ikan lele? Air yang terlalu tinggi dapat menyebabkan benih ikan lele mengalami stres. Hal ini pun dapat memicu kematian benih ikan lele lantaran tak dapat menahan tekanan air.

Pengisian air yang paling disarankan berkisar antara 20 hingga 80 centimeter. Di mana ketinggian air di bulan pertama adalah 20 cm lalu bulan kedua 40 cm, dan 80 cm untuk bulan ketiga.

5. Benih Ikan Lele

Via extension.msstate.edu

Pemilihan benih ikan lele merupakan hal yang sangat penting. Anda harus memilih benih ikan lele berkualitas tinggi. Meski harganya relatif mahal, tetapi sebanding dengan hasil yang akan Anda raih nantinya.

Agar tak salah memilih, ada sejumlah ciri benih bibit ikan lele berkualitas tinggi, yakni memiliki ukuran yang sama, sehat, gesit, aktif bergerak, warna terang, nafsu makan tinggi, dan tidak ada cacat.

6. Penebaran Benih

Proses penebaran benih dapat dilakukan setelah kolam terpal siap dan telah didiamkan selama 5 hingga 10 hari. Air kolam yang hijau menjadi tanda bahwa kolam terpal dapat digunakan. Jika warna air belum kehijauan artinya pembentukan mikroogranisme dan lumut belum maksimal.

Penebaran benih ikan lele sebaiknya dilakukan pada pukul 19.00 hingga 07.00. Rentang waktu tersebut sangat baik untuk menebarkan benih lele lantaran cahaya matahari masih sangat minim.

7. Pakan Ikan Lele

Pakan ikan lele harus diberikan pada pagi, sore, dan malam hari. Meski harga pakan ikan lele tergolong mahal, bukan berarti Anda mengurangi porsi makan ikan lele. Anda bisa menggunakan kroto, ikan rucah, maggot lalat, bekicot, limbah ayam, atau cacing sebagai pakan alami.

8. Pemeliharaan

Pemeliharaan ikan lele berlangsung sejak benih ditebar hingga masa panen tiba. Anda harus mengganti air kolam setiap empat hari sekali. Anda pun sebaiknya memberikan probiotik ke dalam pakan untuk meningkatkan imunitas, metabolisme, dan melancarkan pencernaan lele. Probiotik pun dapat menjaga kebersihan air kolam dan meningkatkan hasil panen.

9. Panen

Umumnya, ikan lele akan menghabiskan waktu selama 90 hari untuk berkembang. Namun, khusus untuk lele Sangkuriang, waktu yang dibutuhkan untuk panen hanya 2 bulan saja.

Hal inilah yang menjadi alasan pengusaha budidaya ikan memilih lele Sangkuriang dibandingkan jenis lele lainnya. Saat panen berlangsung, gunakan cara yang aman supaya tubuh ikan lele aman dari goresan dan luka.

10. Pemasaran

Via uprint.id

Setelah masa panen, langkah selanjutnya yang harus Anda lakukan adalah memasarkan ikan lele. Anda bisa menjalin kerja sama dengan pedagang pecel lele, rumah makan seafood, atau kafe.

Anda pun bisa menjadi pemasok ikan lele segar baik di pasar tradisional maupun supermarket. Selain itu, Anda pun dapat mengolahnya menjadi makanan yang menghasilkan pundi-pundi rupiah.

Demikianlah informasi mengenai cara budidaya ikan lele yang dapat Anda coba. Sudah siap jadi pengusaha ternak lele? Jangan lupa bagikan, ya!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *