Cara Daftar BPJS Online Terbaru 2019: Cepat dan Mudah

Di dunia ini pasti tidak ada orang yang menginginkan sakit. Namun terkadang adakalanya tubuh mengalami penurunan imunitas sehingga rentang terserang virus, bakteri atau mikroorganisme lainnya.

Nah, apabila tubuh kita sudah terjangkit penyakit maka satu-satunya cara untuk menyembuhkannya adalah dengan berobat ke dokter. Dan tindakan tersebut tentu saja membutuhkan biaya.

Saat ini, biaya untuk perawatan rumah sakit terbilang cukup mahal. Untungnya saja, pemerintah telah menyediakan tawaran jaminan kesehatan yang dikenal sebagai BPJS.

Nah, dibawah ini OhGitu akan mengulas secara lengkap tentang apa itu BPJS, macam-macam BPJS dan cara daftar BPJS online. Simak terus ya!

Pengertian BPJS

BPJS adalah kepanjangan dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial. BPJS ini merupakan sejenis asuransi kesehatan resmi dari pemerintah yang dibentuk sejak kepemimpinan presiden Joko Widodo, tepatnya pada 1 Januari 2014 silam. Lalu apa bedanya BPJS dengan JKN (Jaminan Kesehatan Nasional)?

Perlu Kamu ketahui bahwa BPJS merupakan lembaga hukum publik yang tugasnya menyelenggarakan jaminan sosial untuk masyarakat. Dalam menjalankan kegiatannya tersebut, BPJS ini bertanggung jawab kepada presiden dan diawasi oleh DJSN (Dewan Jaminan Sosial Nasional).

Sedangkan JKN (Jaminan Kesehatan Nasional) adalah nama progam yang dibentuk oleh BPJS. Jadi bisa dikatakan BPJS adalah penyelenggaranya, dan JKN istilah untuk programnya. Keduanya saling berhubungan satu sama lain.

Sistem Kerja BPJS

Bagi Kamu yang belum terdaftar BPJS, dan masih mikir-mikir untuk bergabung atau tidak, ketahuilah bahwa sebenarnya daftar BPJS itu gak ribet. Sistem kerjanya pun mudah dipahami. Justru dengan adanya BPJS, Kamu bisa lebih mudah memperoleh akses kesehatan dengan biaya yang lebih murah.

BPJS bisa disebut sebagai asuransi yang bekerja dengan sistem subsidi silang. Jadi kita diwajibkan membayar iuran dengan nominal tertentu (sesuai kelas) setiap bulan.

Apabila nantinya kita mengalami sakit dan butuh dirawat di rumah sakit, maka segala biaya perawatan akan ditanggung oleh BPJS dari dana subsidi silang tersebut (dana anggota lainnya).

Dengan demikian, Kita tidak perlu khawatir walaupun total iuran BPJS kita mungkin tidak cukup untuk melunasi biaya rumah sakit, BPJS tetap akan menanggungnya.

Kita tetap bisa memperoleh fasilitas yang layak tanpa harus mengeluarkan uang sepersen pun, kecuali untuk obat-obatan tertentu yang tidak ditanggung BPJS.

Siapa Saja Peserta BPJS?

Anggota BPJS dapat meliputi siapa saja, baik itu PNS (pegawai negeri sipil), pensiunan PNS, pegawai swasta, TNI, POLRI, pejabat negara, investor, veteran, dan semua warga Indonesia yang mampu membayar iuran.

Untuk orang-orang tidak mampu dan fakir miskin akan memperoleh bantuan iuran jaminan kesehatan secara gratis (PBI) dari pemerintah.

Selain itu, warga neraga asing yang telah menetap di Indonesia minimal selama 6 bulan juga diwajibkan mengikuti program BPJS. Hal ini sesuai dengan UU BPJS pasal 14 yang berbunyi:

“Peserta adalah setiap orang, termasuk orang asing yang bekerja paling singkat 6 (enam) bulan di Indonesia, yang telah membayar iuran.”

Jenis-Jenis BPJS

Secara umum, BPJS dibedakan menjadi dua jenis yakni BPJS kesehatan dan BPJS ketenagakerjaan. Kira-kira apa sih perbedaan keduanya? Penjelasan lebih lengkapnya ada di bawah ini!

1. BPJS Kesehatan

BPJS kesehatan adalah nama baru dari Asuransi Kesehatan. Jika dulu Kamu mengenal adanya ASKES, JAMKESDA atau JAMKESMAS, sekarang semuanya itu berubah menjadi BPJS kesehatan.

Lalu apa fungsi dari BPJS Kesehatan ini? Sesuai dengan namanya, badan ini bertugas memberikan jaminan sosial khusus untuk kesehatan.

2. BPJS Ketenagakerjaan

Untuk BPJS Ketenagakerjaan ini merupakan transformasi dari JAMSOSTEK. BPJS ini resmi dibuka oleh pemerintah sejak 1 Juli 2014. Nah, Kamu harus tahu bahwa BPJS Ketenagakerjaan berbeda dari BPJS kesehatan.

Sesuai dengan namanya, BPJS Ketenagakerjaan khusus dibuat untuk para pekerja Indonesia, baik karyawan negeri sipil ataupun swasta. Pendaftaraan BPJS ini biasanya dilakukan oleh perusahaan tempat orang itu bekerja. Begitupun dengan iurannya juga dibayarkan pihak perusahaan.

Lalu apa bedanya BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan? Tentu sangat berbeda! Jika BPJS Kesehatan berfokus pada pelayanan kesehatan. Sedangkan BPJS ketenagakerjaan memberikan jaminan-jaminan lain kepada pekerja, diantaranya:

  • Program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK)
  • Program Jaminan Hari Tua (JHT)
  • Program Jaminan Pensiun (JP)
  • Program Jaminan Kematian (JKM)

Cara Mendaftar BPJS Online

Sebenarnya mendaftar BPJS itu nggak serumit yang Kamu bayangkan, kok! Umumnya pendaftaran BPJS dapat dilakukan dengan 2 metode, yakni mendaftar secara langsung di kantor BPJS terdekat atau secara online.

Nah, kali ini OhGitu akan menjelaskan tentang tata cara mendaftar BPJS online. This is very easy! Jadi perhatikan baik-baik ya!

1. Persiapkan Berkas-Berkas yang dibutuhkan

Langkah pertama yang harus Kamu lakukan adalah menyiapkan berkas-berkas yang diperlukan. Hal ini bertujuan untuk memudahkan saat mengisi formulir online.

Jadi Kamu enggak perlu bolak-balik buka almari atau dompet ketika melengkapi data diri.

Berkas-berkas untuk daftar BPJS online, meliputi:

  • Kartu Tanda Pengenal (KTP)
  • Kartu Keluarga (KK)
  • Kartu NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak)
  • Buku tabungan atau Nomor rekening
  • Alamat email
  • Nomor ponsel

2. Buka situs resmi BPJS untuk mendaftar: daftar-bpjs- kesehatan.go.id

Setelah Kamu meng-klik link diatas, akan terbuka laman yang berisi syarat dan ketentuan untuk mendaftar BPJS. Baca secara perlahan. Kemudian centanglah kotak disamping tulisan.

“Saya menerima dan menyetujui Syarat dan Ketentuan layanan pendaftaran BPJS kesehatan”

Klik tombol “pendaftaran” di bagian kanan bawah.

Setelah mengklik tombol pendaftaran akan terbuka laman baru yang berisi kolom pilihan “jenis kepesertaan” dan “nomor kartu keluarga”.

  • Isilah jenis kepesertaan sesuai dengan jenis pekerjaanmu (detailnya bisa dilihat pada laman ini)
  • Kemudian masukkan nomor Kartu Keluarga (KK)
  • Lalu tuliskan kode captcha untuk validasi
  • Centang tulisan “Dengan ini saya menyatakan untuk mendaftarkan diri beserta Anggota Keluarga
  • Klik “Inquery Kartu Keluarga”, selanjutnya akan muncul data anggota keluarga Kamu
  • Klik tombol “Proses Selanjutnya”

Selanjutnya, Kamu akan menemukan laman baru yang berisi formulir data diri. Disini terdapat beberapa poin yang harus diisi, diantaranya:

Jenis pendaftaran

Pertama, pilihlah jenis pendaftaran. Apabila Kamu belum pernah membuat BPJS, maka centanglah “pendaftaran peserta baru”. Jika Kamu hendak mendaftarkan anggota keluargamu (misalnya istri, suami atau anak) maka pililah “pendafataran anggota keluarga berdasarkan No. Registrasi”.

Nomor registrasi

Kolom ini dikosongkan saja, tidak perlu diisi. Kamu akan memperoleh nomor registrasi secara otomatis saat semua data terisi dengan lengkap.

Nomor KTP

Isikan nomor NIK pada kartu KTP.

Nama lengkap, TTL dan status pernikahan

Isilah sebagaimana data di KTP yang berlaku.

Handphone

Isi dengan nomor ponsel pribadimu yang mudah dihubungi.

NPWP

Apabila Kamu seorang pegawai dan memiliki kartu NPWP Nomor Pokok Wajib Pajak) maka isilah sesuai dengan kartu tersebut. Namun bila Kamu tidak mempunyai NPWP maka kosongkan saja.

Kelas perawatan

Pada poin ini terdapat 3 pilihan, yaitu:

  • Kelas 1: biaya Rp.80.000/bulan
  • Kelas 2: biaya Rp.51.000/bulan
  • Kelas 3: biaya Rp.30.000/bulan

Pililah sesuai dengan tingkat kemampuan ekomonimu.

Alamat

Isilah sesuai dengan alamat tempat tinggalmu.

Fasilitas kesehatan tingkat 1

Pilihlah rumah sakit atau klinik yang telah terdaftar dalam BPJS. Usahakan untuk memilih RS atau klinik yang berdekatan dengan tempat tinggalmu sehingga tidak menyulitkan saat Kamu butuh berobat.

Nomor rekening

Isilah dengan nomor rekeningmu atau orang lain yang akan menanggung iuran bulanan BPJS. Jenis Bank yang bisa digunakan untuk membayar BPJS, yakni Mandiri, BNI dan BRI

Setelah data lengkap, klik tombol “Simpan”.

Selanjutnya, segera cek email untuk melihat konfirmasi dari pihak BPJS. Kamu akan memperoleh nomor virtual account yang digunakan untuk pembayaran iuran pertama.

Cara mendapatkan nomor virtual account: Klik link “aktivasi pendaftaran” -> klik unduh “lembar nomor virtual account”.

Catat nomot virtual account, lalu pergilah ke bank untuk membayaran iuran pertama. Pembayaran selambat-selambatnya dilakukan dalam rentang waktu 24 jam setelah pendaftaran.

3. Membayar iuran pertama di Bank terdekat

Setelah proses pendaftaran online dilakukan, pergilah ke bank untuk membayar tagihan pertama BPJS dengan menunjukan lembar nomor virtual account

4. Cetak Formulir Daftar Isian, Virtual account, E-ID BPJS Kesehatan

Untuk mencetak ketiga dokumen diatas, buka kembali email dan klik link “aktivasi pendaftaran”. Lalu unduh satu persatu

5. Mencetak kartu anggota BPJS di kantor BPJS

Selesai membayar iuran BPJS di bank, segeralah menuju kantor BPJS dengan membawa beberapa dokumen diantaranya:

  • Bukti setoran BPJS
  • Lembar formulir pendaftaran
  • E-ID
  • Lembar virtual account
  • KTP
  • KK
  • Pas foto 3×4 sebanyak 2 lembar
  • Bukti surat nikah, bagi yang sudah menikah

Setelah menunjukkan berkas-berkas diatas kepada petugas BPJS, Kamu akan memperoleh kartu anggota BPJS resmi. Dengan demikian, proses pendaftaran pun dinyatakan selesai.

Tips-Tips Daftar BPJS Online

Ada beberapa tips yang harus perhatikan agar proses pendaftaran BPJS online berjalan lancar, yakni:

  1. Pastikan koneksi internetmu stabil. Sebab jika terputus di tengah pendaftaran maka bisa memicu eror dan Kamu harus mendaftar dari awal
  2. Sebelum memutuskan mengambil kelas, pikirkan secara matang-matang terlebih dahulu. Jangan sampai Kamu kesulitan membayar uang iuran bulanan untuk kedepannya.
  3. Apabila Kamu ingin melakukan pindah kelas, maka Kamu harus menunggu hingga masa keanggotaanmu mencapai 1 tahun. Kamu bisa mengurusnya di kantor BPJS terdekat
  4. Sebaiknya daftar BPJS online dilakukan saat awal bulan. Sebab jika Kamu mendaftar di akhir bulan, Kamu tetap diwajibkan membayar iuran untuk bulan tersebut walau hanya tersisa seharipun
  5. Untuk memperoleh kartu anggota BPJS, segera datanglah ke kantor BPJS. Ingat ya, jangan menunda-nunda! Selain itu, usahakan datang di pagi-pagi sekali. Tujuannya agar Kamu tidak terjebak dalam antrean yang panjang.

Nah, itulah readers cara daftar BPJS Online dan tips-tipsnya. Cukup mudah untuk dilakukan, ya? So, buat Kamu yang belum menjadi anggota BPJS, buruan daftar gih! Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *