Via klikpajak.id

Cara Membuat NPWP Online Terbaru 2019: Cepat dan Mudah

Berbicara tentang NPWP, rasanya hal ini tentu sudah tak asing di telinga kita.

Umumnya NPWP ini dijadikan salah satu syarat saat Kita daftar pekerjaan, bikin rekening di bank, membuat BPJS dan sebagainya.

Nah, sebenarnya apa sih NPWP itu? Seberapa pentingkah memiliki NPWP? Dan bagaimana cara mendaftar NPWP online? Inilah ulasan lengkap seputar NPWP yang disajikan oleh OhGitu. Simak terus ya!

Apa Itu NPWP?

NPWP ini digunakan sebagai tanda pengenal oleh orang-orang wajib pajak, serta untuk sarana pembayaran pajak dan administrasi lainnya yang berhubungan dengan perpajakan.

Ciri dari nomor NPWP ini biasanya terdiri dari 15 digit. Kartu ini berlaku seumur hidup dan tidak memiliki batas expired (masa aktif).

Kecuali jika memang si wajib pajak memutuskan untuk menghapus NPWP, barulah petugas pajak akan memproses penghapusannya sesuai dengan syarat yang berlaku.

Siapa Sajakah yang Wajib Memiliki NPWP?

Via sepulsa.com

Nah, satu hal yang sering menjadi pertanyaan, sebenarnya siapa saja sih orang-orang yang wajib membuat NPWP? Siapa sajakah golongan “Wajib Pajak”?

Sebagaimana dijelaskan dalam Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor Per-20/Pj/2013 Bab II, pasal 2 bahwa wajib pajak yaitu mereka yang telah memenuhi persyaratan subjektif dan objektif sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang perpajakan.

Yang dimaksud syarat subjektif disini yaitu “warga negara Indonesia (WNI) atau warga neraga asing (WNA) yang bekerja di Indonesia dalam kurun waktu lama ”. Sedangkan syarat objektif yaitu “memiliki penghasilan”.

Jadi, warga negara Indonesia yang berpenghasilan (baik itu secara perorangan, perusahaan, atau badan hukum) wajib membayar Pajak Penghasilan atau yang biasa dikenal PPh.

Namun demikian, tidak semua pekerja wajib membayar pajak.

Sesuai dengan Peraturan Dirjen Pajak Nomor 11/PJ/2016 dalam UU Pengampunan Pajak ditegaskan bahwa kelompok masyarakat dengan penghasilan di bawah Rp.4,5 juta perbulan tidak wajib membuat NPWP atau dengan kata lain tidak wajib membayar pajak penghasilan (pph).

Sebab penghasilan tersebut masuk dalam kategori Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP).

Manfaat Memiliki Kartu NPWP

Mempunyai NPWP tidak hanya berguna sebagai sarana pembayaran pajak. NPWP memiliki banyak manfaat lain, diantaranya yaitu:

  • Sebagai identitas seorang wajib pajak
  • Memudahkan dalam mengurus proses administrasi pembuatan dokumen-dikumen tertentu, seperti paspor, kredit bank, SIUP (Surat Ijin Usaha Perdagangan), PBJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial), membuat rekening tertentu (misalnya rekening untuk koran)
  • Memudahkan proses pendafataran perkerjaan (beberapa perusahaan ada yang mewajibkan karyawannya untuk memiliki NPWP)
  • Syarat untuk daftar menjadi freelance di situs tertentu (tidak semua situs mengajukan syarat NPWP)
  • Mengurangi biaya pajak penghasilan (pph) hingga 20% dibandingkan seseorang yang tidak memiliki NPWP
  • Mempermudah admistrasi perpajakan
  • Menjadikan proses pembayaran pajak lebih tertib dan teratur

Cara Membuat NPWP Online

Via cbc.ca

Setelah membahas tentang definisi NPWP, peserta wajib NPWP dan keuntungan memiliki NPWP, sekarang kita akan menjelaskan cara membuat NPWP online.

Untuk membuat NPWP online ini terbilang cukup mudah, selama ada koneksi internet dan laptop Kamu bisa melakukan pendaftaran dimanapun yang Kamu inginkan.

Nah, berikut ini tahapan-tahapan membuat NPWP online:

1. Menyiapkan dokumen yang dibutuhkan

Untuk perseorangan atau pribadi (misalnya karyawan swasta, PNS, pengusaha atau sejenisnya), dokumen yang harus dipersiapkan:

  • Scan KTP (Kartu Tanda Penduduk)
  • Scan SK PNS (untuk pekerja negeri sipil)
  • Scan surat keterangan kerja dari perusahaan (untuk karyawan swasta)
  • Scan SIUP atau surat ijin usaha perdagangan (untuk pengusaha wiraswasta)
  • Scan paspor, KITAP (kartu izin tinggal tetap), KITAS (Katu izin tinggal terbatas), dan surat izin usaha dari kepala desa (untuk WNA)

2. Pendaftaran Akun

Untuk melakukan e-registration, buka laman resmi Direktorat Jendral Pajak: Pajak.go.id.

Jika Kamu belum pernah membuat NPWP, maka klik “daftar” di bagian bawah.

Kamu akan melihat halaman “Pendaftaran Akun”.

  • Masukkan email yang aktif
  • Tuliskan kode captcha dengan benar
  • Klik “daftar”

Jika sudah selesai, akan keluar kotak pemberitahuan yang menyatakan bahwa pendaftaran akun tahap 1 telah sukses.

Tim direktorat jenderal pajak akan mengirim verifikasi ke email yang Kamu gunakan untuk mendaftar. Buka pesan dari [email protected], lalu klik tautan Link Verifikasi.

Setelah Kamu meng-klik link tersebut, Kamu akan diahlikan ke halaman “Pendaftaran Akun”.

Disini Kamu diharuskan mengisi data diri, yang meliputi:

  • Jenis WP (Orang pribadi atau Badan)
  • Nama sesuai KTP (jangan gunakan gelar)
  • Password (sebaiknya setelah membuat password, segera catat dan simpan baik-baik)
  • Nomor HP (Masukkan nomor HP yang aktif dan mudah dihubungi)
  • Pertanyaan dan Jawaban (Ini akan digunakan saat Kamu lupa password)
  • Masukkan kode captcha
  • Klik “daftar”

Buka email, Kamu akan memperoleh pesan dari eregistration.pajak.go.id yang memberikan link untuk aktivasi akun NPWP.

Klik link tersebut, kemudian akan muncul kotak pemberitahuan “Selamat” yang menandakan bahwa proses pendafataran akun selesai.

3. Pengisian Formulir

Setelah Kamu berhasil memiliki akun, sekarang saatnya mengisi formulir untuk pelengkap pendaftaran NPWP online.

Klik tulisan “Klik disini untuk pendaftaran NPWP” yang muncul pada kotak pemberitahun sebelumnya.

Kamu akan diahlikan secara otomatis ke halaman login e-registration NPWP online.

  • Masukkan email
  • Password
  • Kode captcha

Terbuka halaman “formulir registrasi data NPWP”.

Disini Kamu harus mengisi formulir yang terdiri dari 9 step:

Step 1: Kategori

Terdapat 2 poin yang harus diisi:

  • Kategori wajib pajak : pilih “orang pribadi” jika Kamu ingin mendaftarkan dirimu secara pribadi. Untuk wanita yang telah memiliki suami, NPWP ditanggung oleh suaminya.
  • Status pusat-cabang: pilih pusat

Step 2: Identitas

Untuk di step ini, Kamu hanya perlu mengisi data diri yang sama dengan KTP, terdiri dari:

  • Nama Wajib Pajak
  • Gelar depan ; Gelar belakang
  • Tempat-Tanggal lahir
  • Status pernikahan
  • Kebangsaan
  • NIK/nomor pasport
  • Nomor telepon
  • Nomor HP
  • Email

Step 3: Penghasilan

Kamu harus mengisi data terkait sumber penghasilan utama. Ada 4 pilihan:

  • Pekerjaan dalam hubungan kerja: PNS, pegawai swasta, pegawai BUMN, pensiunan, pejabat negara/daerah, TNI/Polri, pegawai badan publik, dan pegawai lainnya
  • Kegiatan usaha: bagi orang yang menjalankan wiraswasta, seperti pedangang kue, pemilik rental, pemilik toko dan sejenisnya
  • Pekerja bebas: bagi orang yang memiliki keterampilan khusus, seperti pengacara, dokter, apoteker, dan sejenisnya
  • Lainnya: bagi yang tidak memasuki kriteria diatas (misalnya pekerja lepas dengan gaji tinggi)

Step 4: Alamat tempat tinggal

Isi sesuai dengan alamat dimana Kamu menetap. Step ini terdiri dari beberapa poin, yakni:

  • Jalan
  • Blok
  • Nomor
  • RT/RW
  • Kode wilayah
  • Lanjutkan dengan mengisi nomor Hp, nomor telepon dan nomor faximile (jika tidak ada boleh dikosongkan)

Step 5: Alamat domisil (KTP)

Masukkan alamat sesuai dengan yang ada di KTP.

Step 6: Alamat Usaha

Step ini hanya boleh diisi oleh orang yang menjankan usaha, pekerja bebas, atau sejenisnya. Sedangkan untuk pegawai boleh melewati tahap ini.

Step 7: Informasi tambahan

Berisi 2 poin, yakni:

  • Jumlah tanggungan
  • Kisaran penghasilan perbulan

Step 8: Persyaratan

Pada tahap ini Kamu diharuskan mengirim dokumen yang dibutuhkan. Ada 2 pilihan yakni:

  • Unggah: diupload secara langsung lewat laptop
  • Manual: dikirim lewat pos

Klik “upload”, setelah terunggah klik “next”.

Step 9: Pernyataan

Berisi pernyataan bahwa data yang telah Kamu lengkapi sudah benar. Centang:

  • Benar
  • Lengkap

Lalu, klik “simpan”.

Muncul form konfirmasi untuk menyimpan formulir.

Jika Kamu sudah yakin bahwa data-data yang Kamu masukkan benar, maka klik “Ya”.

Kamu akan dialihkan ke halaman dashboard.

Halaman ini berisi status pendaftaran NPWP. Catat nomor transaksi dan KPP secara lengkap di kertas/media lain.

Klik “minta token”.

Buka email, Kamu akan memperoleh pesan dari [email protected] yang berisi nomor token.

Copy nomor token yang diberikan.

4. Pengajuan Permohonan

Setelah Kamu memperoleh nomor token, kembali ke halaman dashboard “status pendaftaran NPWP”.

Klik “Kirim Permohonan”.

Akan muncul form Surat Pernyataan Memperoleh Informasi Pajak.

Masukkan token pada kolom “isi token”.

Klik “kirim”.

Akan muncul form yang menyatakan bahwa Kamu telah berhasil mengajukan NPWP online.

Yeay selesai!

Pendaftaran NPWP online cukup sampai disini. Nantinya data diri dan dokumen yang Kamu kirim lewat regitrasi online akan diproses oleh pihak perpajakan selambat-lambatnya hingga 3 minggu.

Kamu akan dihubungi lewat email dan kartu NPWP biasanya dikirim lewat jasa pengiriman paket (seperti pos) ke alamat rumahmu.

Tips-Tips Dalam Membuat NPWP Online

Agar proses pendaftaran NPWP online berjalan lancar, terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan:

  1. Pastikan koneksi internetmu stabil dan kencang. Apabila koneksi terputus, maka Kamu harus mengulang untuk mengisi formulir
  2. Isi data dari, keterangan pekerjaan, dokumen dan hal-hal lainnya secara teliti. Jangan sampai ada kekeliruan sebab akan menghambat proses pembuatan NPWP di kantor pusat
  3. Rutinlah memeriksa email, usahakan setiap hari ya
  4. 2-3 hari setelah registrasi online, sebaiknya hubungi pihak KPP untuk mempercepat proses pembuatan kartu NPWP
  5. Apabila hingga 3-4 minggu tidak ada pemberitahuan, telpon pihak KPP dan jika perlu datangi kantor pajak terdekat di daerahmu
  6. Jika pihak KPP mengatakan bahwa dokumen (kartu NPWP) telah dikirim namun nyatanya Kamu belum menerima, cobalah bertanya ke kantor pos

Demikianlah ulasan singkat mengenai cara membuat NPWP online dan tips-tipsnya. Semoga bisa membantu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *