in

Cara Membuat Paspor Online Terbaru 2018: 5 Langkah Mudah

Via cntraveler.com

Saat ini kegiatan traveling semakin sering dilakukan oleh masyarakat, baik kalangan anak muda hingga orang dewasa. Semakin didukung dengan maskapai dan perusahaan travel yang memberikan harga tiket murah, destinasi wisata yang ditujupun semakin beragam. Nah untuk pergi ke luar negeri ada dokumen khusus yang harus dipersiapkan terlebih dahulu, yaitu paspor. Lalu bagaimana cara membuat paspor online? Simak ulasan yang sudah OhGitu rangkum dibawah ini.

UPDATE: Layanan Paspor Online saat ini sedang dihentikan oleh pihak imigrasi karena perbaikan sistem. Layanan yang tersedia saat ini adalah Layanan Antrian Paspor On-Line. Baca update selengkapnya di bagian “UPDATE: Layanan Antrian Paspor On-Line 2018” dibawah.

Pada artikel ini akan dibahas mengenai kegunaan paspor, jenis paspor, perbedaan paspor 24 halaman dengan 48 halaman dan prosedur pembuatan paspor secara online yang jelas dan terperinci.

Apa Sih Itu Paspor?

Paspor merupakan dokumen resmi yang dikeluarkan oleh pemerintah negara setempat sebagai tanda identitas resmi seseorang yang hendak pergi ke luar negeri. Pada paspor, terdapat data pemiliknya seperti: foto, nama lengkap, tempat tanggal lahir, nomor paspor, informasi kebangsaan, tanggal berlaku paspor, dan tanda tangan.

Ketika seseorang sampai di negara tujuan, petugas imigrasi negara setempat akan langsung mengecek paspor. Maka, tanpa paspor seseorang tidak akan bisa mendapatkan izin untuk masuk ke negara tersebut. Intinya, paspor merupakan dokumen paling penting yang membuat seseorang diakui keberadaannya di negara lain.

3 Jenis Paspor Di Indonesia

cara membuat paspor online
Via sepulsa.com

Hingga saat ini, terdapat 3 jenis paspor yang diakui oleh pemerintah Indonesia. Setiap paspor tersebut memiliki fungsi dan tujuannya masing-masing. Berikut adalah 3 jenis paspor yang berlaku di Indonesia:

1. Paspor Biasa

Paspor ini merupakan paspor yang dimiliki oleh mayoritas masyarakat Indonesia yang melakukan perjalanan reguler ke luar negeri. Paspor ini bersampul hijau dan dibuat oleh Ditjen Keimigrasian khususnya pada Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia.

Terdapat 2 jenis paspor biasa, yaitu paspor biasa reguler dan paspor elektronik alias e-Paspor. Paspor ini berlaku selama 5 tahun, jadi setiap 5 tahun sekali paspor harus diperpanjang supaya kebenarannya tetap diakui oleh pemerintah dalam dan luar negeri.

2. Paspor Diplomatik

Paspor ini digunakan untuk para pegawai pemerintah yang hendak melakukan perjalanan diplomatik. Perjalanan diplomatik adalah kunjungan ke luar negeri seseorang atau sekelompok orang dengan suatu kepentingan atau tugas yang berhubungan dengan kepemerintahan Indonesia.

Misalnya jika ada staf Kemenlu (Kementrian Luar Negeri) yang melakukan perundingan bilateral di negara lain, maka perjalanan itu disebut sebagai perjalanan diplomatik dan menggunakan paspor diplomatik. Paspor ini bersampul hitam dan dikeluarkan oleh Departemen Luar Negeri.

3. Paspor Dinas

Paspor bersampul biru tua ini merupakan paspor yang ditujukan untuk PNS dan konsultan kepemerintahan. Karena tujuan kunjungan ke luar negeri pemilik paspor ini berhubungan dengan tugas kepemerintahan, maka terkadang pemegang paspor bisa mendapatkan beberapa kemudahan di negara tujuannya.

Tujuan pemegang paspor ini ke luar negeri seringkali berkaitan dengan kunjungan kerja dan rapat lembaga dari berbagai negara. Paspor ini dikeluarkan oleh Departemen Luar Negeri dengan izin dari Sekretariat Negara.

Kemana Paspor Haji?

Dulu memang ada paspor khusus haji yang bersampul warna coklat, namun sejak 2010 sudah tidak ada perbedaan antara paspor biasa dan paspor haji karena adanya peraturan baru dari pihak Kerajaan Arab Saudi. Jadi bagi yang sudah memiliki paspor biasa tidak perlu repot-repot membuat paspor haji untuk melaksanakan pergi haji.

Lain halnya untuk kamu yang memiliki nama dengan 2 suku kata, kamu wajib mengurus penambahan nama menjadi 3 suku kata untuk melaksanakan pergi haji karena aturan dari pihak Kerajaan Arab Saudi. Biasanya dengan menambahkan nama orangtua. Penambahan nama menjadi 3 suku kata ini akan ditambahkan pada halaman 4 di paspor biasa, kamu bisa mengurusnya melalui kantor imigarsi.

Perbedaan Paspor 24 Halaman dan 48 Halaman

Via commons.wikimedia.org

Jika diatas sudah dibahas 3 jenis paspor berdasarkan fungsinya, ada pula 2 jenis paspor yang berbeda berdasarkan jumlah halamannya. Hingga kini masih banyak orang yang belum paham tentang 2 jenis paspor yang dikeluarkan oleh Direktorat Jenderal Imigrasi ini.

Kedua paspor ini memiliki perbedaan pada jumlah halaman yaitu 24 halaman dan 48 halaman. Sedangkan untuk fungsinya sendiri sebenarnya tidak ada perbedaan.

Bahkan pada poin pertama Surat Edaran IMI.2-GR.04.02-1.568 tertanggal 09 November 2010 oleh Direktur Dokumen Perjalanan, Visa, dan Fasilitas Keimigrasian, Djoni Muhammad SH MM tertulis bahwa Paspor biasa yang berisi 24 halaman mempunyai fungsi dan derajat yang sama dengan paspor biasa yang berisi 48 halaman, perbedaan terletak pada fisik jumlah halaman dan tarif PNBP.

Perbedaan lainnya ada pada biaya pembuatan paspor. Paspor 24 halaman dikenakan biaya sekitar 100 ribu, sedangkan paspor 48 halaman dikenakan biaya sekitar 300 ribu.

Meskipun peraturan ini tertulis jelas di Surat Edaran IMI.2-GR.04.02-1.568, pada kenyataannya masih banyak petugas imigrasi yang belum paham akan perbedaan kedua paspor ini. Sangat mungkin jika kamu akan ditolak petugas apabila ingin membuat paspor 24 halaman dengan alasan, hanya khusus untuk TKI yang bekerja di luar negeri. Padahal paspor 24 halaman bisa dipakai baik untuk TKI, maupun orang pada umumnya yang hendak jalan-jalan ke luar negeri.

Biaya Pembuatan Paspor Baru

Berikut ini adalah biaya yang perlu kamu persiapkan untuk membuat paspor baru.

5 Langkah Mengajukan Paspor Secara Online

Via nasional.harianterbit.com

Meskipun bisa membuat paspor secara datang langsung ke kantor imigarsi (walk in), akan lebih baik jika kamu bisa mengajukan paspor secara online. Selain prosedurnya lebih praktis, kamu bisa menghemat waktu, karena pembuatan paspor secara langsung (walk in) biasanya mengantri lebih lama dan butuh datang 3 kali sedangkan pembuatan paspor secara online hanya perlu datang 2 kali dan antrian pun lebih cepat. Berikut ini adalah 5 langkah mudah yang bisa kamu ikuti untuk membuat paspor secara online.

1. Persiapkan Dokumen Penting

Setiap orang pasti memiliki dokumen resmi sebagai penanda identitas diri. Dokumen tersebut harus dipersiapkan untuk membuat paspor. Dokumen tersebut terdiri dari:

  • KTP (e-KTP)
  • Kartu keluarga
  • Ijazah/akta nikah/akta kelahiran (pilih salah satu saja)

Apabila belum memiliki KTP, alias dibawah usia 17 tahun, persiapkan:

  • KTP kedua orangtua
  • Buku nikah orangtua
  • Paspor orangtua (jika ada)

2. Kunjungi Situs Imigrasi dan Isi Data Kamu

Kunjungi situs kantor imigrasi, kemudian cari kolom “Online Services” dibagian tengah bawah, lalu klik “Layanan Paspor Online”. Lalu akan muncul halaman seperti gambar dibawah ini.

Via journal.citandy.com

Pada halaman tersebut klik “Pra Permohonan Personal” dan akan diarahkan ke halaman baru.

Via journal.citandy.com

Selanjutnya pada kolom “Jenis Permohonan” klik pilihan “Baru – Paspor Biasa”. Dan pada kolom “Jenis Paspor” pilih “48H perorangan”. Lalu pada kolom “Kantor Imigrasi” klik pilihan kantor dimana kamu akan mengurus paspor tersebut. Kamu bisa memilih kantor imigrasi yang tidak satu kota dengan alamat di KTP. Lalu klik “Lanjut”.

Via journal.citandy.com

Pada halaman web ini, isi datamu secara lengkap. Pastikan semua data ditulis dengan benar dan tidak ada kesalahan penulisan. Jika mengurus paspor untuk anak dibawah 17 tahun atau belum punya KTP, isi biodata anak sebagai berikut:

  • Kolom “Pekerjaan”: Lainnya
  • Kolom “No Identitas”: Gunakan NIK yang tertera di kartu keluarga.
  • Kolom “Tempat ID dikeluarkan”: Isi dengan tempat kartu keluarga dikeluarkan.
  • Kolom “Tanggal ID dikeluarkan”: Isi dengan tanggal kartu keluarga dikeluarkan.
  • Kolom “ID berlaku sampai dengan”: Tambahkan 5 tahun dari tanggal kartu keluarga dikeluarkan.
  • Kolom “Email”: Gunakan email orangtua atau saudara yang aktif.

Lalu klik “Lanjut”.

Via journal.citandy.com

Di halaman berikutnya akan ada kolom “Alamat dan Telpon/HP”, isikan data tersebut sesuai KTP. Untuk anak dibawah umur, kamu bisa menggunakan nomor HP orangtua atau saudara. Lalu klik “Lanjut”.

Via journal.citandy.com

Pada halaman ini kamu isi data lengkap alamat orangtua. Kolom “Alamat Lama” bisa dikosongkan saja. Lalu klik “Lanjut”.

Via journal.citandy.com

Di halaman berikutnya kamu isi biodata lengkap orangtua, pastikan mengisi data dengan benar sesuai KTP atau paspor orangtua. Lalu klik “Lanjut”.

Via journal.citandy.com

Di halaman selanjutnya kamu akan menemukan informasi pembayaran dan detail yang sudah kamu isi sebelumnya. Klik “Lanjut” jika sudah sesuai.

Via journal.citandy.com

Di halaman ini, masukkan kode Caphtcha atau kode berupa kombinasi angka dan huruf acak yang tertera pada layar komputer. Masukkan kode tersebut sama persis, termasuk variasi huruf kapital dan non-kapitalnya. Lalu klik “Lanjut”.

Via journal.citandy.com

Di halaman berikutnya akan menampilkan tanggal-tanggal yang bisa kamu pilih untuk datang ke kantor imigrasi. Saat ini kamu belum bisa memilih tanggalnya, namun sekedar bayangan kapan saja tanggal-tanggal yang bisa kamu pilih untuk datang ke kantor imigarsi nantinya. Isikan kode Caphtcha lagi lalu klik “Lanjut”.

Via journal.citandy.com

Pada halaman selanjutnya akan muncul halaman konfirmasi bahwa proses pendaftaranmu sudah selesai.

3. Lakukan Proses Pembayaran

Silahkan cek email, akan ada email dari kantor imigrasi berisikan lampiran untuk melakukan pembayaran di Bank. Silahkan print atau cetak lampiran tersebut dan lakukan pembayaran pada teller bank yang menerima pembayaran paspor, seperti BNI, BRI, Mandiri, BCA, dan bank lainnya.

Kamu wajib membayar selambat-selambatnya 5 hari sejak tanggal proses pengajuan paspor secara online tersebut, jika tidak maka data kamu akan hangus dan harus mengulang prosesnya kembali.

Jika sudah melakukan pembayaran, kamu akan mendapatkan 2 lembar tanda bukti pembayaran dari bank tersebut. Simpan dokumen tersebut untuk dibawa ke kantor imigrasi nantinya.

4. Verifikasi Pembayaran

Buka email kembali yang sebelumnya dikirim dari kantor imigarsi. Klik link yang ada pada badan email tersebut.

Via journal.citandy.com

Lalu akan muncul halaman dengan tulisan “Verifikasi Berhasil” seperti gambar diatas jika pembayaranmu sudah diverifikasi. Lalu klik ‘Lanjut’.

Via journal.citandy.com

Di halaman berikutnya kamu harus memasukan nomor bukti pembayaran. Isi kolom tersebut dengan nomor bukti pembayaran yang kamu dapatkan dari bank. Misalnya pada bukti pembayaran BNI, masukan 6 digit nomor pada keterangan “Jurnal Bank”. Masukan kode Caphtcha lalu klik “Lanjut”.

Via journal.citandy.com

Di halaman berikutnya kamu akan pilih tanggal kedatangan untuk mengurus paspor di kantor imigarsi. Pilih tanggal kapan kamu bisa datang ke kantor imigarsi lalu masukan kode Caphtcha dan klik “Lanjut”.

Via journal.citandy.com

Proses pengajuan paspor online via website sudah selesai.

Silahkan cek inbox email, kamu akan mendapatkan email baru dari kantor imigrasi yang berisikan lampiran tanda terima. Cetak atau print seluruh halaman (3 halaman) tersebut yang nantinya akan dibawa ke kantor imigarsi.

5. Datang ke Kantor Imigrasi

Jika sudah melakukan semua langkah di atas, maka kamu sudah selesai dengan semua prosedur pengisian data dan pelunasan biaya pembuatan paspor. Hal selanjutnya yang harus dilakukan adalah datang ke kantor imigrasi sesuai dengan jadwal yang sudah dipilih untuk melakukan wawancara, foto paspor, dan pengambilan data biometrik (sidik jari).

Siapkan dokumen ASLI yang dibutuhkan yang tertera pada langkah pertama ditambah fotocopy masing-masing 1 lembar. Catatan tambahan, untuk setiap hasil fotocopy, kertas fotocopy-nya JANGAN dipotong mengikuti ukuran dokumen aslinya, biarkan tetap berukuran A4. Jadi keseluruhan dokumen yang dibawa adalah:

  1. KTP + fotocopy
  2. Kartu keluarga + fotocopy
  3. Ijazah/akta nikah/akta kelahiran (pilih salah satu) + fotocopy
  4. Materai 6000 3pcs
  5. Pulpen berwarna hitam untuk tulis menulis
  6. Bukti pembayaran bank
  7. Dokumen tanda terima yang dikirim via email oleh kantor imigrasi (3 halaman)

Untuk anak dibawah umur dokumen lain yang diperlukan adalah:

  1. KTP kedua orangtua + fotocopy
  2. Buku nikah orangtua + fotocopy
  3. Paspor orangtua (jika ada) + fotocopy
  4. Surat izin orangtua (minta di bagian informasi kantor imigrasi)
  5. Surat pernyataan orangtua (minta di bagian informasi kantor imigrasi)

Kamu tidak perlu khawatir mengenai materi wawancara di kantor imigrasi, karena wawancara tersebut sebenarnya hanya dilakukan untuk mencocokkan data yang telah kamu isi di website dengan berkas asli milikmu. Selain itu pertanyaan umum lainnya adalah keperluan kamu membuat paspor dan negara yang hendak dituju.

Setelah proses pengambilan foto, wawancara, dan pengambilan data biometrik (sidik jari) selesai. Kamu akan mendapatkan tanda terima berisikan tanggal kapan kamu harus melakukan pengambilan paspor, biasanya sekitar 3-7 hari setelah proses tersebut. Cukup tanda terima tersebut yang kamu bawa saat pengambilan paspor nantinya.

Tepat di tanggal yang ditentukan, datang kembali ke kantor imigrasi sambil membawa tanda terimanya dan ambil paspormu yang sudah jadi. Yap! semua prosedur pembuatan paspor sudah selesai, dan selamat! akhirnya kamu sudah mempunyai paspor yang bisa digunakan untuk bepergian antar negara. Mudah bukan?

Selain bisa mengajukan pembuatan paspor baru secara online, buat kamu yang masa berlaku atau halaman paspornya habis pun bisa melakukan perpanjangan paspor secara online.

UPDATE: Layanan Antrian Paspor On-Line 2018

Antrian Paspor On-Line

Sayangnya saat ini layanan paspor online sedang dihentikan oleh pihak imigrasi, namun kamu masih bisa menggunakan layanan antrian paspor on-line yang sudah di sediakan oleh pihak imigrasi. Dengan mengambil antrian secara online, kamu tidak perlu datang mengantri terlalu pagi di kantor imigrasi.

  1. Pertama kunjungi link berikut ini: Disini. Atau kamu juga bisa download app Antrian Paspor khusus pengguna Android.
  2. Pada halaman tersebut klik “Pendaftaran” lalu isikan data lengkap di form yang telah disediakan. Setelah berhasil mengisikan form tersebut, verifikasi akun kamu melalui email yang dikirimkan oleh pihak imigrasi sesaat setelah kamu selesai mengisi form.
  3. Setelah terverifikasi, sekarang lakukan login dengan data user dan password yang sudah diisikan sebelumnya. Lalu pilih kantor imigrasi terdekat di kota kamu tinggal dan klik “Buat Permohonan”.
  4. Lengkapi semua data di form yang telah disediakan, mulai dari nama, NIK, tanggal kedatangan dan lain sebagainya. Pastikan seluruh data diisi dengan benar.
  5. Setelah kamu mendapatkan nomor antrian, datang ke kantor imigrasi yang sudah ditentukan dan sesuai tanggal yang sudah ditentukan sebelumnya dengan membawa dokumen yang diperlukan.

3 Tips Saat Datang Ke Kantor Imigrasi

Supaya proses di kantor imigrasi lancar, ada baiknya kamu mengikuti tips penting di bawah ini:

  1. Pastikan seluruh dokumen yang diperlukan dibawa. Dokumen yang dibawa harus yang ASLI dan beserta fotocopy-nya.
  2. Datang lebih pagi, karena datang kesiangan sekitar jam 8-10 saja antrian sudah sangat panjang. Bahkan kamu harus datang lagi besoknya karena pendaftaran sudah penuh.
  3. Pastikan bahwa kamu mengenakan pakaian yang rapi dan sopan.

Nah, setelah membaca artikel di atas, cukup mudah kan untuk mengajukan paspor secara online? Apakah kamu masih ada kesulitan dan pertanyaan lain? Share dengan tim OhGitu di kolom komentar, dong!

Buat kamu yang paspornya sudah jadi, yuk share pengalaman membuatnya dan ceritain kemana kamu akan pergi ke luar negeri untuk pertama kalinya. Ditunggu ya!

7 Comments

Leave a Reply
  1. Melihat contoh e-pasport diatas kenapa diarahkan untuk memilih jenis paspor 48H, kan lebih mahal 300%. apakah akan menemui kesulitas-kesulitan berikutnya jika memilik 24H.

    pada kolom “Jenis Paspor” pilih “48H perorangan”

    Terimakasih informasinya..

  2. Kabarnya, mulai Januari 2017 layanan pendaftaran paspor online sudah tidak ada ya? Dan digantikan sebatas “pendaftaran antrean online.” Karena saya akan mendaftar online, fitur tersebut sudah tidak ada.

    • Duh gimana dong. Padahal pengen bikin buat anak bayi saya. Jadi inget pas bikin barengan anak pertama. Dari subuh dah berangkat. Untungnya pake antrian manula dan balita.

  3. Apa bisa kalo pengen bikin paspor hanya dengan Surat Keterangan KTP? Karena KTP yang baru belum jadi sampai sekarang .

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *