in

Cara Menghitung Masa Subur Pada Wanita Agar Cepat Hamil

Via americanpregnancy.org

Bagi pasangan suami istri yang baru saja menikah, memiliki seorang anak tentu saja merupakan harapan yang ingin direalisasikan. Untuk meningkatkan kemungkinan memiliki anak dengan cepat, salah satu caranya adalah mengetahui kapankah masa subur seorang wanita terjadi.

Selain bisa membantu kemungkinan cepat hamil, dengan mengetahui masa subur pada wanita, juga bisa membantu mencegah kehamilan. Penasaran bagaimana cara menghitung masa subur secara mudah dengan manual maupun alat bantu? Baca selengkapnya ulasan OhGitu dibawah ini.

Apa Sih Masa Subur?

Yang dimaksud dengan masa subur seorang wanita adalah masa dimana sel telur yang telah matang berpindah dari ovarium menuju tuba fallopi. Nah, ketika sel telur telah berada di tuba fallopi, maka sel telur tersebut siap dibuahi oleh sel sperma. Ketika wanita berada pada masa suburnya, maka kemungkinan wanita menjadi hamil akan meningkat sebanyak 10% dibanding hari-hari lainnya.

Kapan Masa Subur Datang?

Menghitung masa subur ternyata sangat mudah untuk dilakukan, karena kamu cukup mengetahui lama siklus menstruasimu dalam setiap bulannya.

Lalu, apa yang dimaksud dengan siklus menstruasi? Siklus menstruasi merupakan rentang waktu antara hari pertama seorang wanita mengalami menstruasi sampai dengan sehari sebelum wanita mengalami menstruasi di bulan berikutnya.

Yang patut diingat adalah, menghitung masa subur bagi setiap wanita tentunya berbeda-beda karena ada wanita yang memiliki siklus menstruasi teratur dan ada juga wanita yang memiliki siklus menstruasi tidak teratur.

3 Langkah Menghitung Masa Subur Wanita Secara Manual

Jika kamu merupakan salah satu wanita yang memiliki siklus menstruasi teratur, maka proses menghitung masa subur akan menjadi lebih simpel. Yang dimaksud dengan siklus menstruasi teratur adalah ketika seseorang memiliki rentang waktu siklus menstruasi yang relatif sama setiap bulannya.

Semisal kamu memiliki rentang siklus menstruasi selama 28 hari, maka rentang siklus menstruasi pada bulan-bulan berikutnya pun tidak jauh-jauh dari 28 hari, semisal 27 atau 29 hari.

Jika kamu merupakan wanita dengan lama siklus menstruasi yang tidak teratur disetiap bulannya, akan lebih sulit untuk memprediksi masa suburnya. Namun jangan khawatir, karena kamu juga tetap bisa memperkirakan masa-masa suburmu.

1. Menghitung Siklus Menstruasimu

Cara Menghitung Masa Subur
Via media2.s-nbcnews.com

Hal pertama yang harus kamu lakukan adalah menghitung siklus menstruasi. Dengan begitu, kamu akan mengetahui apakah kamu termasuk wanita yang memiliki siklus menstruasi teratur atau yang tidak teratur. Agar lebih valid, catat siklus menstruasimu selama 3-6 bulan berturut-turut.

Untuk wanita dengan siklus menstruasi yang teratur, kamu cukup ketahui rata-rata berapa hari siklus menstruasimu setidaknya dalam 3 bulan terakhir.

Untuk wanita yang memiliki siklus menstruasi tidak teratur, kamu harus mencatat rentang waktu siklus menstruasimu setiap bulannya selama setidaknya 6 bulan berturut-turut.

2. Ketahuliah Kapan Proses Ovulasi Terjadi

Via buzzworthy.com

Wanita Dengan Siklus Menstruasi Teratur

Untuk wanita yang memiliki siklus menstruasi teratur, setelah kamu mengetahui rentang siklus menstruasimu, maka langkah selanjutnya adalah mengetahui kapan proses ovulasi terjadi.

Proses ovulasi terjadi sekitar 2 minggu atau 14 hari sebelum siklus menstruasi di bulan berikutnya terjadi. Dengan kata lain, proses ovulasi terjadi ditengah-tengah siklus menstruasi seorang wanita.

Sebagai contoh, kamu memiliki rata-rata siklus menstruasi selama 30 hari, maka proses ovulasi akan terjadi pada hari ke 15 atau 16 dari siklus menstruasimu tersebut.

Jika kamu memiliki rata-rata siklus menstruasi selama 28 hari, maka proses ovulasi akan terjadi pada hari ke 14 dari siklus menstruasimu tersebut.

Wanita Dengan Siklus Menstruasi Tidak Teratur

Namun, jika kamu memiliki siklus menstruasi yang tidak teratur, proses ovulasi sulit diprediksi secara pasti. Kamu harus mengetahui berapa lamakah siklus menstruasi terpendekmu dan siklus menstruasi terpanjangmu.

Siklus menstruasi terpendek adalah siklus menstruasi yang paling sebentar dan siklus menstruasi terpanjang adalah siklus menstruasi yang paling lama dari beberapa siklus menstruasi yang sudah kamu catat.

Sebagai contoh, selama 6 bulan terakhir, siklus menstruasimu memiliki rentang waktu selama 24 hari, 26 hari, 22 hari, 31 hari, 23 hari dan 25 hari.

Dari data yang telah kamu peroleh tersebut, maka bisa disimpulkan bahwa kamu memiliki siklus menstruasi terpendek selama 22 hari dan siklus menstruasi terpanjang selama 31 hari.

3. Mengetahui Masa Suburmu

Via drljiljanamp.com.au

Wanita Dengan Siklus Menstruasi Teratur

Untuk wanita dengan siklus menstruasi teratur, setelah kamu mengetahui pada hari keberapakah proses ovulasi terjadi, maka setelah itu kamu bisa mengetahui masa suburmu secara pasti. Kamu berada pada masa-masa paling subur pada H-2 hingga hari proses ovulasi terjadi.

Sebagai contoh, jika proses ovulasi terjadi pada hari ke 15 dari siklus menstruasimu, maka kamu memiliki masa-masa paling subur pada hari ke 13, 14 dan 15 dari siklus menstruasimu.

Jika proses ovulasi terjadi pada hari ke 17 dari siklus menstruasimu, maka kamu memiliki masa-masa paling subur pada hari ke 15, 16, dan 17 dari siklus menstruasimu tersebut.

Wanita Dengan Siklus Menstruasi Tidak Teratur

Untuk bisa mengetahui masa subur wanita dengan siklus menstruasi yang tidak teratur, maka kamu bisa mengikuti cara berikut, siklus menstruasi terpendek dikurangi 18 dan siklus menstruasi terpanjang dikurangi 11.

Sebagai contoh, kamu memiliki siklus menstruasi terpendek selama 25 hari dan siklus menstruasi terpanjang selama 31 hari. Kurangkan siklus menstruasi terpendekmu dengan angka 18, jadi 25 dikurangi 18 hasilnya 7. Kurangkan siklus menstruasi terpanjangmu dengan angka 11, jadi 31 dikurangi 11 hasilnya 20.

Dari pengurangan tersebut, maka masa suburmu kira-kira berada pada hari ke 7 hingga hari ke 20 dari siklus menstruasimu.

Cara Menghitung Masa Subur Wanita Dengan Cepat

Berikut merupakan metode lain yang bisa kamu lakukan untuk lebih meyakinkan bahwa kamu berada pada masa-masa subur dengan alat bantu.

1. Cek Temperatur Basal Tubuh Secara Rutin

Via parenting.com

Ini adalah salah satu cara paling sederhana yang bisa kamu lakukan. Namun, apakah yang dimaksud dengan temperatur basal tubuh? Temperatur basal tubuh adalah temperatur tubuh seseorang saat mereka bangun tidur.

Setiap harinya, segera cek temperatur tubuhmu dengan menggunakan termometer sesaat setelah kamu bangun tidur dan jangan berdiri dari tempat tidur sebelum kamu mengukur suhu tubuhmu. Berpindah tempat dari tempat tidur akan membuat suhu tubuhmu meningkat sehingga nantinya hasil yang kamu dapat menjadi tidak akurat.

Normalnya, suhu tubuhmu sesaat setelah bangun tidur berkisar antara 35,5 ˚C hingga  36,6 ˚C. Jika suhu tubuhmu sesaat setelah bangun tidur berada diatas suhu tersebut, maka bisa dipastikan kamu mengalami ovulasi sekitar 1-2 hari yang lalu.

Nah, informasi tersebut tentunya akan sangat bermanfaat untuk memprediksi kapan proses ovulasi terjadi pada bulan berikutnya.

2. Gunakan Alat Bantu Pendeteksi Ovulasi

Via youtube.com

Bagi kamu yang ingin mendeteksi kapan proses ovulasi akan terjadi secara lebih simpel, maka kamu bisa menggunakan alat bantu untuk mendeteksi proses ovulasi.

Cara kerja dari alat ini adalah dengan mendeteksi kadar hormon luteinizing (LH). Hormon luteinizing biasanya terkandung di dalam urin. Nah, 1 hingga 2 hari sebelum proses ovulasi terjadi, jumlah dari hormon ini akan bertambah dengan drastis.

Cara menggunakan alat bantu pendeteksi ovulasi pun cukup mudah. Cara penggunaannya sangat mirip dengan alat pendeteksi kehamilan, dimana alat berbentuk stick ini akan mengeluarkan hasil apakah hormon luteinizing di dalam urin meningkat atau tidak segera setelah alat ini terkena urin.

3. Gunakan Bantuan Kalkulator Ovulasi

Via img-aws.ehowcdn.com

Cara mudah lainnya untuk mengetahui kapan kamu mengalami proses ovulasi adalah dengan menggunakan kalkulator ovulasi. Untuk bisa menggunakan metode ini, tentunya kamu harus mengetahui pada tanggal berapakah kamu mengalami mentsruasi untuk pertama kalinya dan juga lama rata-rata siklus menstruasimu.

Setelah itu, prediksi mengenai kapan proses ovulasi terjadi akan disimpulkan oleh kalkulator ovulasi. Kamu bisa menggunakan kalkulator ovulasi disini. Atau dengan aplikasi menghitung masa subur di smartphonemu disini untuk iOS atau disini untuk Android.

Nah, sekarang kamu sudah mengetahui berbagai macam hal yang harus kamu lakukan untuk menghitung masa subur. Selanjutnya baca juga artikel OhGitu tentang ciri-ciri hamil untuk mengetahui gejala awal kehamilan. Selamat mencoba!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *