Cara Menghitung Usia Kehamilan

Cara Menghitung Usia Kehamilan
Via brainask.com

Disadari atau tidak, masih banyak sekali calon ibu yang tidak mengetahui cara menghitung usia kehamilan. Alhasil ketika mendekati masa persalinan, calon ibu akan mengalami serangan panik.

Kurangnya pengetahuan mengenai usia kehamilan pun dapat memengaruhi pertumbuhan calon bayi. Bayangkan, bagaimana jika Anda mengonsumsi obat-obatan yang dilarang untuk ibu hamil? Bukankah sangat berbahaya?

Ketidaktahuan Anda mengenai usia kehamilan juga dapat menyebabkan kurangnya informasi mengenai tumbuh kembang buah hati. Padahal kontrol dokter merupakan hal yang wajib dilakukan oleh ibu hamil.

Begini Cara Menghitung Usia Kehamilan

Melihat betapa pentingnya mengetahui usia kehamilan, tak ada salahnya untuk melakukan pengecekan usia kandungan. Adapun sejumlah cara menghitung usia kehamilan yang dapat Anda coba, antara lain sebagai berikut.

1. Kalkulator Kehamilan

Via onfertility.com

Jika Anda ingin memastikan usia kehamilan tanpa perlu datang ke dokter, gunakan kalkulator kehamilan online. Kalkulator ini sangat mudah digunakan. Namun, pastikan Anda mengingat tanggal terakhir menstruasi. Di mana tanggal ini akan menentukan hasil usia kandungan Anda nantinya.

Langkah pertama untuk menggunakan kalkulator kehamilan online ini adalah dengan memasukkan tanggal, bulan, dan tahun hari pertama dan terakhir Anda menstruasi. Termasuk juga siklus menstruasi. Hasil akan muncul dalam beberapa detik saja.

2. Rumus Naegele

Pernahkah Anda mendengar tentang rumus Naegele? Rumus ini kerap digunakan untuk menghitung usia kehamilan dengan hasil yang akurat. Untuk menggunakan cara ini, Anda harus masuk dalam kategori wanita dengan siklus menstruasi teratur. Hal ini bertujuan agar perhitungan usia kehamilan tidak meleset.

Adapun cara menggunakan metode ini ialah sebagai berikut:

  • Tanggal HPHT ditambah 7
  • Bulan HPHT dikurang 3, khusus bulan Januari, Februari, dan Maret bulan HPHT ditambah 9
  • Tahun HPHT ditambah 1, khusus bulan Januari, Februari, dan Maret tidak ada penambahan tahun HPHT

HPHT adalah hari pertama haid terakhir. Sebagai contoh, HPHT Anda adalah 16 Mei 2018, maka perhitungannya adalah:

  • 16+7=23
  • 5-3=2
  • 2018+1=2019

Hari persalinan Anda akan jatuh pada 23 Februari 2019. Contoh lainnya, HPHT Anda adalah 20 Januari 2018, maka perhitungannya adalah:

  • 20+7=27
  • 1+9=10
  • 2018

Hari persalinan Anda akan jatuh pada 27 Oktober 2018. Caranya sangat mudah, bukan?

3. Sistem Fundus Uteri

Cara menghitung usia kehamilan selanjutnya adalah dengan metode fundus uteri. Langkahnya sangat sederhana, yakni dengan meraba puncak rahim. Pada ibu hamil, puncak rahim akan tampak menonjol.

Jika Anda ingin mengetahui usia kehamilan, cukup menghitung jarak puncak rahim hingga tulang kemaluan. Jika jaraknya 10 cm maka usia kandungan Anda adalah 10 minggu.

4. Deteksi Gerakan Janin

Selain tiga cara sebelumnya, Anda dapat menggunakan metode deteksi gerakan janin. Untuk mengetahui usia kandungan, cukup dengan merasakan gerak janin.

Jika janin Anda belum bergerak maka usia kandungan diperkirakan masih di bawah usia 17 minggu. Sementara jika janin terasa bergerak, usia kandungan Anda kemungkinan besar sudah masuk usia 18 hingga 20 minggu.

5. Rumus 4

Via womenfitness.org

Cara terakhir yang dapat Anda coba untuk mengetahui usia kehamilan adalah rumus 4 dengan rumus ((Tanggal sekarang-HPHT) (Bulan sekarang-HPHT) = Bulan x4)). Meski cara ini kurang akurat, tetapi tidak ada salahnya untuk mencoba.

Contohnya, jika hari ini tanggal 20 Juni 2018, HPHT 5 April 2018 maka:

((20-5) (6-4)x4 1/3)) = 15 hari 2 bulan= 2×4=8.

Hasilnya adalah 15 hari+8minggu=10 minggu. Jadi usia kandungan Anda adalah 10 minggu.

Demikianlah informasi mengenai cara menghitung usia kehamilan yang dapat Anda coba sendiri di rumah. Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *