Via medela.com

Panduan Lengkap Cara Merawat Bayi Baru Lahir

Berperan sebagai orang tua baru memang tidak mudah, terlebih jika Anda tidak memiliki pengetahuan memadai tentang bayi. Apa yang harus dilakukan, bagaimana, dan sederet tetek bengek mengenai si kecil. Meskipun, masih terasa asing, tetapi mau tidak mau Anda harus segera menyesuaikan diri.

Ingat, peran orang tua sangat penting lantaran mempengaruhi tumbuh kembang buah hati. Mulailah mempelajari cara merawat bayi baru lahir. Anda bisa membeli buku parenting atau mencari referensi melalui internet.

Masalah yang Sering Dialami Orang Tua Baru

Kendati merawat bayi adalah sesuatu yang harus dilakukan, tetapi menjaga diri sendiri pun tak kalah penting. Selama proses persalinan berlangsung, baik ayah maupun ibu pasti mengalami kelelahan. Tak jarang kelelahan memicu tekanan berlebih.

Nah, agar terhindar dari hal tersebut perlu dilakukan sejumlah cara. Salah satunya adalah relaksasi. Pastikan diri Anda nyaman karena setelah bayi lahir Anda hanya memiliki sedikit waktu untuk merasa tenang. Di awal kelahiran, Anda akan terjaga sepanjang malam dan akan terus begitu hingga bayi mulai tumbuh lebih besar.

Menjadi orang tua baru memang menyenangkan sekaligus terasa menakutkan. Sebenarnya hal yang biasa terjadi jika orang tua baru merasa khawatir. Namun, jangan sampai hal tersebut menghalangi Anda untuk beradaptasi dengan cepat. Agar segalanya lancar, ada sederet anjuran bagi orang tua yang perlu diperhatikan. Apa saja? Berikut uraiannya!

1. Menjaga Kondisi Fisik

Via providencewomenshealthcare.com

Merawat bayi yang baru lahir sangat menguras tenaga. Anda tidak hanya akan kelelahan, tetapi juga kurang tidur. Meskipun demikian, hindari konsumsi minuman yang mengandung kafein. Sebaliknya, pilih makanan dan minuman yang menyehatkan.

Untuk menyiasati waktu tidur, sebaiknya saat bayi mulai terlelap, Anda pun ikut tidur bersamanya. Beristirahat selama dua hingga tiga jam akan mengembalikan energi. Agar lebih maksimal, keluarlah, hirup udara segar. Dijamin Anda akan kembali bersemangat. Di malam hari, Anda bisa bergantian menjaga si kecil bersama pasangan.

2. Tak Perlu Takut

Kehidupan Anda yang biasanya hanya bersama pasangan akan terasa berbeda setelah kehadiran buah hati. Terkadang, muncul rasa tidak percaya diri. Anda takut tidak dapat membesarkan bayi dengan baik. Perasaan takut dan cemas sangat lumrah terjadi. Namun, jangan sampai perasaan tersebut menghambat niat Anda untuk merawat si kecil dengan penuh kasih sayang.

Jika ada sesuatu yang mengganjal, bicarakan bersama pasangan atau keluarga besar. Dengan begitu, Anda bisa mendapatkan solusi terbaik atas setiap permasalahan yang ada.

3. Tunda Pekerjaan Lain

Via rd.com

Jika dulu Anda terbiasa melakukan pekerjaan rumah tangga seorang diri, seperti membersihkan rumah atau mencuci pakaian, kini sebaiknya tunda pekerjaan tersebut. Fokus untuk merawat bayi Anda.

Serahkan pekerjaan rumah tangga pada orang lain. Anda bisa menyewa pembantu atau meminta bantuan pasangan untuk mengerjakan secara bergantian. Dengan begitu, Anda pun dapat menghemat energi.

4. Jangan Mengurung Diri

Merawat bayi baru lahir tidak mudah. Terkadang Anda bingung, mengapa si kecil sangat rewel padahal Anda telah memberinya ASI dan memastikan popoknya dalam keadaan bersih.

Jika bayi tetap rewel dan tidak berhenti menangis, cobalah ajak si kecil menikmati suasana baru. Anda bisa membawanya ke taman untuk sekadar menghirup udara segar.

5. Jangan Membatasi Diri

Memiliki seorang bayi, bukan berarti Anda membatasi diri dari kehidupan sosial. Tetaplah bersosialisasi dengan teman dan kerabat Anda. Jika mereka memberikan bantuan, terimalah.

Biarkan mereka ikut merawat bayi Anda. Bantuan ini tidak hanya membiasakan si kecil bertemu dengan banyak orang, melainkan juga dapat menghemat tenaga Anda.

6. Minta Bantuan

Via rd.com

Jika Anda mulai merasakan kesulitan dalam merawat bayi, jangan ragu untuk meminta bantuan kepada orang tua atau sanak saudara. Bisa juga langsung menghubungi dokter anak untuk mendapatkan masukan berharga.

Hal yang Harus Diperhatikan Orang Tua

Menangani bayi baru lahir, terutama jika ini adalah pengalaman pertama Anda tentu akan sangat mendebarkan. Namun, perlu diingat bahwa bayi masih sangat sensitif. Oleh karena itu, Anda wajib mengingat beberapa hal di bawah ini.

  • Cuci tangan sebelum menyentuh bayi untuk meminimalkan risiko si kecil terserang kuman penyakit.
  • Berhati-hatilah saat menggendong, terutama di bagian kepala dan leher bayi. Letakkan kepala bayi di tangan Anda secara perlahan kemudian topang kepalanya hingga tegak baik saat mengendong maupun meletakkan si kecil ke tempat tidur.
  • Meskipun Anda gemas, hindari mengguncang bayi karena berisiko menyebabkan perdarahan otak dan kematian.
  • Jika Anda mengajaknya jalan-jalan menggunakan kereta dorong atau kursi mobil, pastikan sabuk pengaman bayi terikat sempurna.
  • Jangan melakukan permainan lempar bayi ke udara. Bayi masih sangat rentan. Hal ini dapat menyebabkan bayi dalam bahaya.

Panduan Cara Merawat Bayi Baru Lahir

Agar Anda tidak kesulitan, simak sejumlah cara merawat bayi baru lahir berikut ini.

1. Memberikan ASI

Via fee.org

Bayi yang baru lahir harus diberi ASI setiap 2 hingga 3 jam. Umumnya, bayi yang lapar akan memberikan sinyal, seperti tiba-tiba menangis atau mengisap jari tangan. Saat Anda sedang menyusui, biarkan bayi menyusui selama 10 sampai 15 menit di setiap payudara.

2. Bantu Bayi Bersendawa

Saat menyusui bayi sering kali menelan udara. Di mana hal ini menyebabkan bayi menjadi rewel. Bantu bayi agar bersendawa. Caranya mudah, yakni dengan menegakkan kepala bayi di bahu Anda lalu tepuk lembut punggungnya.

3. Mengatasi Bayi Gumoh

Bayi gumoh, refluks gastroesofageal adalah hal yang umum terjadi. Anda tak perlu khawatir karena Anda bisa meminimalkan terjadinya gumoh. Caranya sederhana, biasakan agar bayi dalam posisi tegak selama 30 menit setelah menyusu.

4. Menstimulasi ASI

Banyak hal yang menyebabkan ASI tidak lancar bahkan setelah proses kelahiran berlangsung. Jika Anda mengalami hal serupa, cobalah untuk memperbanyak konsumsi buah dan sayuran hijau, seperti daun katuk, daun pepaya, bayam, pare, dan kacang panjang.

Jika Anda tetap kesulitan mengeluarkan ASI bahkan setelah mengonsumsi makanan bergizi, cobalah untuk menerapkan teknik power pumping. Cara ini terbukti efektif meningkatkan produksi ASI. Sebaiknya lakukan teknik ini di malam hari, antara pukul 00.00 hingga pukul 05.00.

Anda pun bisa menggunakan teknik double pump dengan aturan 20 menit pompa, 10 menit istirahat, 10 menit pompa, 10 menit istirahat, dan 10 menit pompa.

5. Memperkenalkan Botol pada Bayi

Via momtricks.com

Sebaiknya, perkenalkan botol pada bayi sebelum memasuki usia 3 bulan. Menurut ahli waktu terbaik antara 6 hingga 8 minggu, tetapi Anda boleh mengenalkannya lebih awal. Cara ini akan melatih bayi agar terbiasa menyusu menggunakan botol. Kelak ketika Anda menyapih si kecil, ia tidak akan terkejut. Latih bayi setiap hari dengan memberinya sebotol susu.

6.  Mengatasi Nyeri pada Payudara

Menyusui dalam waktu lama dapat menyebabkan payudara terasa sakit. Untuk mengatasinya, kompres payudara dengan menggunakan sekantong kacang polo beku. Cara ini ampuh untuk mengurangi nyeri pada payudara.

Selain rasa nyeri, kasus lain yang sering dialami ibu adalah payudara yang tiba-tiba membengkak. Jika dibiarkan, kondisi ini akan menyebabkan terhambatnya ASI dan membuat Anda kurang fokus merawat bayi. Untuk mengatasinya kompres dengan menggunakan kain hangat. Sebaiknya, disertai dengan pijatan kecil untuk menstimulasi ASI.

7. Bedong

Selama beberapa minggu pertama, bayi harus dibedong. Biasanya bedong dilakukan setelah bayi mandi ataupun hendak tidur. Bedong dilakukan untuk membuat bayi hangat dan nyaman. Bedong juga berfungsi untuk membatasi refleks kejutan yang dapat membangunkan bayi.

Pastikan bedong tidak terlalu kencang untuk menghindari terganggunya pernapasan bayi. Pilih kain yang tipis, ringan, dan lembut agar bayi nyaman. Hindari menggunakan bedong setiap saat. Ingat, penggunaan bedong bayi yang tidak tepat dapat merusak persendian dan memicu hip dysplasia.

Agar terhindar dari bahaya tersebut, simak cara membedong bayi berikut ini.

  • Letakkan kain berbentuk segi empat di permukaan yang datar, lipat sedikit ujung bagian atas.
  • Tempatkan si kecil pada lipatan tersebut dengan posisi bahu berada tepat di atas lipatan.
  • Posisi kaki harus sejajar dengan pantat atau pinggulnya. Lengan bayi harus lurus dan rapat dengan tubuhnya.
  • Tutup lengan kiri bayi dengan kain hingga bagian dada kemudian lipat bagian bawah kain ke arah pundak.
  • Tarik ujung kain sebelah kanan untuk menutupi tubuh bayi. Putar sisa lipatan untuk menutupi bagian punggung si kecil.

8. Bonding

Bayi tidak hanya membutuhkan ASI, tetapi juga kedekatan fisik dengan orang lain, terutama ayah dan ibunya. Kedekatan fisik dapat membuat Anda merasa lebih terhubung sehingga tanpa sadar ada semacam ikatan kuat antara Anda dengan si kecil. Bonding pun sangat mempengaruhi perkembangan emosional dan fisik bayi.

Maka cara terbaik untuk memaksimalkan pertumbuhan si kecil adalah dengan rutin melakukan belaian atau pelukan. Melalui sentuhan, bayi akan merasakan kasih sayang Anda.

Sentuhan dan pijatan lembut pun sangat baik bagi bayi yang lahir prematur atau memiliki masalah medis. Pijatan dapat menstimulasi perkembangan bayi. Anda bisa mempelajari teknik pijat bayi melalui buku dan video. Jika masih kurang yakin, konsultasikan pada dokter. Anda pun bisa mengikuti kelas khusus pijat bayi.

9. Membersihkan Tali Pusat

Anda harus menjaga kebersihan tali pusat agar terhindar dari bau tak sedap dan infeksi. Gunakan alkohol untuk membersihkan area di sekitar tali pusat. Anda bisa menggunakan cotton bud agar lebih mudah.

Ganti kain kasa yang kotor dengan yang baru. Bungkus tali pusat menggunakan kain kasa baru yang telah diberi alkohol. Namun, pastikan untuk mengolesi perut si kecil dengan lotion lebih dahulu. Cara ini dilakukan agar terhindar dari iritasi.

10. Popok

Via madeof.com

Sebagian besar bayi akan buang air besar setelah menyusu, sekitar 6 hingga 10 kali setiap hari. Sangat penting untuk menyediakan banyak popok, terlebih di musim hujan di mana sinar matahari terbatas. Gunakan kapas atau kain lembut untuk membersihkan area genital. Jika bayi Anda perempuan, seka pantatnya dari depan ke belakang untuk menghindari infeksi saluran kemih.

Sementara jika bayi Anda laki-laki, lepas popok yang kotor dengan sangat hati-hati karena paparan udara dapat membuatnya berkemih. Ganti popok secara berkala untuk menghindari iritasi atau timbulnya ruam kemerahan.

11. Mandi

Anda dilarang memandikan bayi dalam bak mandi sebelum tali pusatnya lepas. Cukup gunakan spon atau waslap saja. Hal ini dilakukan untuk mencegah terjadinya infeksi. Setelah tali pusat lepas dengan sendirinya, Anda boleh memandikan bayi dalam bak mandi.

Siapkan air hangat, handuk bersih, popok, dan pakaian. Gunakan sabun dan sampo tanpa aroma. Sikat kepala bayi dengan lembut untuk merangsang kulit kepala. Jangan menghabiskan waktu terlalu lama di dalam bak mandi karena si kecil masih rentan terhadap suhu dingin.

Setelah mandi, segera bungkus bayi Anda menggunakan handuk. Tutupi kepalanya. Sebelum memakaikan popok dan baju, olesi bagian perut dan punggung bayi dengan minyak telon lebih dulu. Selain membuat bayi lebih harum, minyak telon dapat membuat tubuh bayi tetap hangat.

12. Tidur

Umumnya, bayi yang baru dilahirkan akan menghabiskan 16 hingga 18 jam per hari untuk tidur. Rata-rata bayi akan terlelap selama 1 hingga 2 jam sekali tidur. Namun, tak jarang waktu tidur bayi menjadi lebih lama di malam hari.

13. Mengatasi Bayi Rewel

Selain merasa haus atau popok basah, ada banyak penyebab bayi rewel. Jika bayi sulit dikendalikan, cobalah untuk menyanyikan sebuah lagu. Cara ini terbukti efektif untuk menenangkan bayi. Pasalnya, sebagian besar bayi menyukai suara vokal. Anda bisa bernyanyi, membaca dongeng, atau bercerita sambil menggendongnya.

14. Menangani Bayi Sensitif

Tidak semua bayi bersifat tenang, ada yang mudah menangis, sensitif, dan rewel. Jika bayi Anda tergolong sensitif dan menjadi rewel karena suara bising maka hindarkan si kecil dari keramaian.

Sementara jika bayi memiliki tingkat sensitivitas tinggi terhadap cahaya, gunakan tirai untuk menutup jendela. Di malam hari, Anda bisa memberi penghalang pada lampu agar cahayanya tidak menyilaukan.

15. Cek Kesehatan

Via careerstint.com

Meskipun bayi tampak sehat bukan berarti Anda tak perlu mengajaknya ke dokter. Lakukan pengecekan secara berkala. Hal ini akan membantu Anda mengetahui perkembangan bayi secara mendetail.

Selain itu, dengan rutin melakukan pengecekan, bayi akan berada dalam pantauan. Sekalipun terjadi sesuatu, masalah tersebut akan cepat ditangani karena rekam medisnya jelas.

Demikianlah informasi mengenai cara merawat bayi baru lahir yang dapat Anda gunakan sebagai referensi. Semoga bermanfaat dan jangan lupa bagikan, ya!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *