10 Gejala Tipes Pada Anak Dan Orang Dewasa

Via kevinmd.com

Kemunculan penyakit tipes ini tentu tidak boleh diremehkan begitu saja. Pasalnya, penyakit yang juga dikenal sebagai demam tifoid ini sangat mudah menular dan jika tak segera diobati bisa memicu komplikasi penyakit lain.

Nah, sebenarnya apa sih penyakit tipes ini? Apa sajakah faktor risikonya? Bagaimana gejalanya? Apakah penyebarannya di Indonesia cukup tinggi? Lalu hal-hal apa yang harus dilakukan untuk mencegah dan mengatasi tipes? Kalau Kamu penasaran, simak ulasan lengkap yang disajikan oleh OhGitu di bawah ini.

Apa itu Tipes?

Gejala Tipes
Via nottinghamcity.nhs.uk

Secara global, dalam dunia kedokteran penyakit tipes atau tifus (Thypus) juga dikenal sebagai demam tifoid (thypoid fever). Dijelaskan dari laman World Health Organization, penyebab utama dari tipes adalah keberadaan bakteri Salmonella typhi yang menginfeksi sistem pencernaan manusia. Bakteri ini masuk ke dalam aliran darah, lalu berkembang biak dalam usus dan menyebabkan peradangan (inflamasi) sehingga si penderita akan merasakan kram perut.

Bakteri jenis Salmonella sp umumnya ditemukan pada tempat-tempat yang tercemar, urine dan tinja. Bakteri ini juga bisa menyebar lewat makanan dan minuman yang terkontaminasi, seperti buah dan sayuran mentah yang dihinggapi lalat, daging mentah, produk susu olahan, ikan yang diperoleh dari sungai kotor, dan sebagainya.

Faktor Penyebab Tipes

Via netdoctor.co.uk

Sebelum menjelaskan tentang faktor penyebab dan penularan tipes, perlu kalian tahu bahwa bakteri Salmonella yang berkembang di usus biasanya akan keluar saat BAB. Bakteri ini menempel pada tinja. Dan tinja tersebutlah yang menjadi faktor penyebab utama penularan tipes. Umumnya, seseorang yang tinggal di lingkungan dengan sistem sanitasi buruk berisiko lebih tinggi mengidap penyakit tipes.

Di bawah ini beberapa cara penularan penyakit tipes:

  1. Mengonsumsi makanan atau minuman yan terkontaminasi bakteri salmonella.
  2. Berenang, mencuci atau melakukan aktivitas lain di sungai yang tercemar tinja yang mengandung bakteri salmonella.
  3. Meminjam barang penderita tipes, seperti piring, gelas, pakaian dan lainnya.
  4. Menggunakan toilet yang terkontaminasi bakteri salmonella.
  5. Setelah BAB tidak bersih cuci tangan, lalu menyentuh makanan atau minuman.
  6. Memancing ikan di sungai yang terkontaminasi bakteri salmonella.
  7. Bakteri salmonella juga bisa hidup di dalam tubuh hewan periaraan, bila kita mengonsumsi binatang tersebut hal ini juga menjadi penularan tipes.
  8. Mengonsumsi sayur dari tanaman yang menggunakan pupuk hewan yang terkontaminasi bakteri salmonella.

Penyebaran Penyakit Tipes di Dunia

Walaupun terlihat sepele, tenyata pertumbuhan penyakit tipes di dunia cukup besar. Menurut catatan Badan Kesehatan Dunia (WHO), terdapat 17-33 juta kasus tipes yang tersebar di seluruh negara dengan angka kematian mencapai 600 ribu pertahunnya. Dari situs MedicalNewsToday.com juga dituliskan bahwa pada tahun 2010 dilaporkan ada 26,9 juta kasus tipes di seluruh dunia dengan 200 ribu orang tidak terselamatkan.

Berdasarkan sebuah studi berjudul “The Global Burden of Typhoid Fever” yang dipublikasikan dalam site WHO.int, diperoleh fakta yang menunjukkan bahwa penyakit ini lebih banyak menyerang negara berkembang dibandingkan negara maju [1]. Dimana negara-negara di Kawasan Asia Tengah (India dan Nepal) serta Asia Tenggara (Indonesia dan Vietnam) tercatat memiliki angka penderita tipes tertinggi. Sedangkan negara dengan angka terendah yakni kawasan Amerika Utara.

Gejala Penyakit Tipes

Gejala penyakit tipes tidak langsung muncul begitu saja secara bersamaan. Biasanya gejala tipes tampak secara bertahap dan akan semakin parah seiring bertambahnya hari bila tak diobati. Ketika bakteri sudah berkembang biak, membentuk koloni dan mulai menginfeksi usus halus, di saat itulah gejala menjadi lebih berat.

Gejala tipes biasanya dimulai sejak 6-30 hari setelah si penderita terpapar bakteri. Nah, dibawah ini beberapa gejala penyakit tipes paling umum:

1. Demam

Via digitaltrends.com

Demam merupakan gejala utama dari penyakit tifus. Biasanya penderita tipes mengalami demam berkepanjangan yang mana ditandai dengan kenaikan suhu tubuh.

Di minggu pertama, demam cenderung tidak terlalu tinggi dan mengalami turun naik. Kemudian di minggu kedua, suhunya mulai meningkat hingga 38-40 derajat celcius. Setelah itu di minggu ketiga, suhu akan menurun namun bukan berarti infeksinya sembuh total. P

enderita masih membutuhkan penanganan secara intens. Apabila kondisi ini dibiarkan saja maka tidak menutup kemungkinan gejala akan kambuh lagi setelah 2 minggu.

2. Ruam Pada Kulit

Via meetdoctor.com

Gejala tipes berikutnya yakni muncunya ruam pada kulit. Ruam ini biasanya berbentuk bintik-bintik , berwarna merah seperti mawar dan ukurannya sekitar 1-4 cm.

Pada awalnya kemunculan ruam hanya sedikit. Kemudian akan semakin banyak saat kondisi tipes menjadi parah. Ruam ini akan menjangkit seluruh bagian tubuh, namun spot terbanyak berada di sekitar perut dan leher.

Apabila hal ini menimpa Anda, tak perlu terlalu khawatir karena ruam akan menghilang dengan sendirinya ketika Anda sembuh dari tipes.

3. Sakit Perut

Via moretohealthy.com

Seseorang yang mengalami tipes umumnya akan merasakan sakit perut. Hal ini dikarenakan efek inflamasi pada usus yang telah terinfeksi oleh bakteri Salmonella.

Biasanya si penderita akan merasakan mulas, melilit dan perih pada bagian perut sebelah kiri. Terkadang juga disertai rasa mual dan muntah. Apabila tipes semakin parah, rasa sakit pada perut juga cenderung semakin tak tertahankan.

4. Mual dan Muntah

Via positivehealthwellness.com

Kondisi sakit perut yang berlebihan pada penderita tipes kerapkali menyebabkan rasa mual dan ingin muntah. Gejala ini sangat normal. Sebab kondisi saluran cerna memang sedang tidak baik. Beberapa bakteri ada yang mati di dalam lambung.

Namun ada juga yang berkembang di usus hingga menyebabkan peradangan. Faktor-faktor tersebutlah yang membuat si penderita merasakan sakit dan sulit untuk mengonsumsi makanan.

5. Konstipasi

Via stylecraze.com

Gejala lain yang akan muncul pada penderita tipes yakni terjadinya konstipasi atau sembelit. Kondisi ini bisa membuat penderita menjadi tidak nyaman, sebab pola BAB berubah tak beraturan.

Tekstur tinja cenderung keras, sehingga menyebabkan proses BAB menyakitkan. Biasanya untuk mengatasi masalah konstipasi ini, dokter memberikan obat pencahar kepada pasiennya. Tak lupa juga, pasien juga disarankan memperbanyak konsumsi makanan berserat (sayuran dan buah-buahan) seta meningkatkan asupan cairan.

6. Diare

Via thewellproject.org

Sebagaimana dijelaskan pada poin sebelumnya, penderita tipes cenderung mengalami pola buang air besar (BAB) yang tidak teratur. Adakalnya ia tidak bisa BAB sama sekali. Namun tak menutup kemungkinan ia juga mengalami diare.

Hal ini dikarenakan adanya infeksi pada saluran cerna sehingga mengakibatkan proses pencernaan berantakan dan rancu. Umumnya diare dialami oleh anak-anak yang terserang tipes. Sedangkan orang dewasa lebih sering menderita sembelit.

7. Sakit Kepala

Via empowher.com

Penderita tipes biasanya akan merasakan sakit kepala yang cukup menyakitkan, terutama ketika sore dan malam hari. Hal ini dikarenakan di waktu petang, aktivitas bakteri dalam menginfeksi organ usus semakin meningkat. Kadar racun yang dikeluarkan juga bertambah banyak. S

ehingga rasa pusing pun juga semakin menganggu. Sebaliknya, di pagi hari si penderita akan merasakan kepalanya sedikit ringan, sebab gejala pusing mulai menurun.

8. Kehilangan Nafsu Makan

Via qsota.com

Seiring dengan menurunnya sistem imun tubuh, penderita tipes juga akan mengalami kehilangan nafsu makan. Rasa sakit pada perut serta kepala pusing menyebakan si penderita jadi malas makan. Makanan yang telah ditelan juga sering dimuntahkan kembali. Kondisi inilah yang membuat tubuh penderita tipes menjadi kurus.

9. Lidah Berwarna Pudar Agak Putih

Via magicmaman.com

Terkadang sulit bagi seseorang untuk mendeteksi penyakit tipes. Pasalnya gejala tipes mirip dengan orang sakit flu, yakni demam dan sakit kepala. Nah untuk membedakannya, Anda bisa melihat dari lidah si penderita. Umumnya permukaan lidah penderita tipes berwarna putih dikarenakan adnaya gangguan pencernaan. Sedangkan bagian sampingnya tetap berwarna merah.

10. Denyut Nadi Melemah

Via espacomedicopeninsula.com.br

Gejala tipes yang juga sering terjadi adalah melemahnya denyut nadi. Kondisi ini muncul saat penyakit tifus mulai sedikit parah. Umumnya setelah 20-25 hari setelah bakteri menginfeksi sistem pencernaan. Hal ini tentu saja membuat penderita menjadi lemas dan tampak pucat.

Demikianlah ulasan mengenai penyebab dan gejala tipes. Pada dasarnya penyakit tipes bisa dicegah apabila kita sanggup menjaga kebersihan tempat tinggal dan lingkungan sekitar. Usahakan untuk selalu mencuci tangan dengan sabun sebelum makan. Dan berhati-hatilah dalam mengonsumsi makanan di luar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *