Siapa Bilang Sia-Sia, 7 Drama Korea Ini Beri Banyak Pelajaran Hidup

Via asiancriticism.blogspot.com

Belajar bisa darimana saja, termasuk dari drama korea. Meskipun banyak orang menganggap nonton drama itu perbuatan yang sia-sia, tapi ternyata ada banyak pelajaran yang bisa dipetik, lho.

Sebab, drama Korea selalu memberi suntikan-suntikan segar dengan mengangkat sebuah tema secara detail dan dengan riset yang mendalam. Jadi membuatnya bukan main-main.

Dalam setiap drama pun selalu berusaha memasukkan unsur budaya Korea. Mulai dari makanan, tempat wisata, pernak-pernik, kepercayaan, dan lain sebagainya. Nah, tunggu apalagi, untuk lebih jelasnya simak ulasan berikut ini!

1. Descendants of The Sun

Via mydramalist.com

Kepopuleran Descendants of The Sun memang belum luntur sejak pertama kali ditayangkan tahun 2016. Kombinasi antara dunia pasukan angkatan darat dengan kedokteran yang diangkat dalam drama ini tentu banyak mengandung pelajaran hidup.

Lepas menontonnya, kamu jadi tahu bagaimana hidup sebagai seorang pasukan khusus yang dikirim untuk menjalankan misi perdamaian dan pengabdian kemanusiaan PBB. Taruhannya bukan main, nyawa.

Begitu juga para dokter yang dikirim kesana. Mereka harus siap mengatasi segala kondisi. Seperti gempa dan wabah yang melanda kota tersebut. Menyaksikan korban luka dan kematian adalah makanan sehari-hari saat terjadi bencana.

2. Fight For My Way

Via scoopnest.com

Cerita dalam drama Fight for my way ini sangat realistis bagi para anak muda dari kelas menengah yang sedang berjuang untuk menggapai cita-cita. Meski memiliki kemampuan tapi terkadang keadaan tak berpihak pada kita. Orang-orang yang memiliki kekuasaan dan kekayaan sangat diuntungkan dalam berbagai hal di dunia ini.

Namun, ke-empat sahabat dalam drama ini tetap tak menyerah dengan keadaan. Meski jatuh bangun, tak punya uang, dipermalukan, mengalami kekalahan, bahkan hampir mati, harapan itu tetap ada.

Hingga akhirnya tercapailah satu demi satu keinginan mereka. Drama ini mengajarkan kita bahwa perjuangan suatu saat pasti membuahkan hasil. Cita-cita suatu saat akan terwujud tanpa kita sadari.

3. Guardian: The Lonely and Great God (Goblin)

Via seoulbeats.com

Dari setiap kesalahan yang kamu perbuat selalu ada konsekuensinya. Maka dari itu, setiap kali mengambil keputusan pertimbangkanlah baik-baik apa yang akan terjadi padamu ke depannya. Ini digambarkan dari kisah Kim Shin yang dihukum hidup abadi karena telah membunuh banyak orang.

Hidup abadi yang diinginkan banyak orang pada kenyataannya sangat menyiksa karena berkali-kali harus menyaksikan kematian orang yang disayangi. Begitu juga dengan si Grim Reaper yang dihukum kehilangan semua ingatannya karena telah melakukan dosa yang sangat besar di masa hidupnya.

4. What’s Wrong with Secretary Kim

Via dramabeans.com

Di samping lebih memahami peran seorang sekretaris dan bagaimana suka-dukanya, karakter pemeran utama ini akan bikin terpesona. Sosok Sekretaris Kim yang digambarkan dalam What’s Wrong with Secretary Kim merupakan wanita yang tegas dan memiliki pendirian.

Ia tahu apa yang terbaik baginya dan sangat mencintai dirinya. Ia bahkan berani resign dari posisinya yang prestisius untuk menemukan jati dirinya dan apa yang sebenarnya menjadi passionnya.

Sebuah pelajaran hidup yang didapat dari drama ini bahwa menjadi seorang wanita harus mandiri dan memiliki pendirian. Kamu pun jadi nggak gampang ikut-ikutan apalagi terpengaruh terhadap hal-hal yang nggak bermanfaat bagimu. Di samping itu, kamu juga harus punya wawasan luas. Dengan memiliki pengetahuan, dengan sendirinya orang akan respect padamu.

5. Prison Playbook

Via tvtime.com

Kehidupan penjara yang dideskripsikan dalam Prison Playbook ini begitu sarat makna. Salah satu yang paling kentara dan ingin disampaikan adalah jangan menilai orang dari tampak luarnya. Meski terlihat garang, bisa saja dia berhati hello kitty. Sebaliknya, bisa saja orang yang tampak baik dan lugu, ternyata seorang pembunuh berdarah dingin.

Drama ini berusaha melihat sisi lain dari para narapidana itu sendiri. Kamu jadi tahu lebih dalam mengenai kehidupan penjara. Narapidana yang sangat dicap buruk di masyarakat ini bukan tidak mungkin sebenarnya hanya kambing hitam saja dan tak melakukan kesalahan apapun. Seperti sang pemeran utama yang tak bersalah, tapi harus masuk bui karena dituduh membunuh orang yang mau memperkosa adiknya.

6. Jealousy Incarnate

Via dramafever.com

Drama seputar dunia jurnalistik ini membuatmu seolah masuk dalam dunia mereka. Sebab, nggak hanya menampilkan percintaan saja, berbagai adegan dalam Jealousy Incarnate menambah pengetahuanmu soal menjadi seorang jurnalis. Terutama kehidupan pembaca berita dan reporter televisi.

Bagaimana teknik-teknik merancang dan menyampaikan berita dan bagaimana suatu berita dapat mempengaruhi hidup seseorang. Bayangkan bila berita itu terlalu menyudutkan salah satu pihak maka akan berpengaruh negatif pada yang diberitakan. Ini memberitahu betapa susahnya memproduksi sebuah berita. Belum lagi kalau harus siaran pagi.

7. Reply 1988

Via asiancriticism.blogspot.com

Drama Korea yang dibintangi Park Bo Gum ini meraih rating dua digit meski tayang di televisi kabel. Popularitasnya bukan tanpa alasan. Selain ceritanya bikin penasaran dan susah ditebak, banyak nilai-nilai yang didapat disini. Bahwa kebahagiaan itu sebenarnya sederhana dari orang-orang terdekatmu yaitu sahabat dan keluarga. Keluarga dan sahabat ini akan selalu ada di saat susah dan bahagia.

Drama Korea ini juga mengajarkan untuk tak meremehkan orang. Setiap orang pun juga punya jalannya sendiri-sendiri untuk mencapai kesuksesan. Seperti karakter utama wanita yang berhasil menjadi pramugari walaupun nggak pintar matematika.

Dengan latar belakang cerita tahun 1988, kamu juga jadi tahu bagaimana perkembangan teknologi di tahun tersebut. Meski tanpa karakter jahat, hal-hal sederhana ini mampu menguras air mata.

Itulah tadi tujuh drama Korea yang penuh makna. Drama Korea memang sangat edukatif bahkan terkadang menginspirasi untuk berbuat kebaikan. Namun, tetap saja nontonnya nggak boleh berlebihan sampai sehari 24 episode. Segala sesuatu yang berlebihan memang nggak baik. Setuju, nggak? Jangan lupa share dan tinggalkan komentar ya!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *